Tampilkan postingan dengan label Irgan Chairul Mahfiz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Irgan Chairul Mahfiz. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Maret 2014

Irgan Chairul Mahfiz Partai Islam Perlu Bangun Poros Tampilkan Capres

Agenda pencalonan presiden pada Pilpres 2014 kini dihadapkan pada dua kutub politik antara Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres yang telah diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dengan Prabowo Subianto melalui Partai Gerakan Indonesia Raya. Namun demikian, pencalonan kedua sosok tersebut masih akan diuji berdasarkan perolehan suara pemilu legislatif (Pileg) yang akan digelar 9 April mendatang. “Setelah Pileg nanti, potensi pertarungan dalam ajang Pilpres boleh jadi lebih berwarna dan tidak hanya ditentukan oleh adanya dua kutub kuat. Karena masyarakat akan mendapatkan pilihan capres lain di luar PDIP atau Gerindra, utamanya yang berasal dari partai tengah yaitu kelompok partai berbasis Islam,” ujar Ketua Bidang Organisasi dan Penguatan Ideologi Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), Irgan Chairul Mahfiz di Jakarta, Senin (17/3/2014). Menurutnya,
Irgan Chairul Mahfiz
peluang kemenangan Jokowi dan Prabowo masih harus menunggu hasil pelaksanaan Pileg guna menentukan seberapa kuat dukungan masyarakat untuk keduanya. Sementara itu, kekuatan partai Islam pun tidak boleh berdiam diri tanpa mengagendakan pencapresan dari kalangannya sendiri, mengingat pemunculan capres yang mewakili gabungan partai Islam diperlukan sebagai antitesis berbeda dari kehadiran figur Jokowi ataupun Prabowo. “Semangat inilah yang harus dibangun oleh partai-partai Islam dengan menyepakati agenda politik pencapreskan tersendiri, sedangkan terkait siapa tokohnya, kan dapat dibahas bersama-sama secara terbuka serta tidak lagi mengutamakan ego politiknya masing-masing,” jelas Irgan yga juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu. Irgan menambahkan, untuk memunculkan kondisi pencapresan bersama di antara kelompok partai Islam, pengalaman terbentuknya poros tengah yang pernah diprakarsai Amien Rais saat menjadikan Gus Dur sebagai presiden, dapat dilanjutkan dengan menciptakan poros politik baru di lingkungan partai Islam atau berupa poros tengah jilid dua. Dengan membangun poros baru itu, katanya, maka keberadaan partai Islam akan diperhitungkan bukan saja di ranah publik yang menghendaki alternatif selain Jokowi dan Prabowo, namun juga akan memberi dinamika baru terhadap keperluan pergantian kepemimpinan nasional sehingga lebih bervariasi sekaligus diharapkan dapat lebih menjual dalam kaitan kredibilitas tokoh yang disiapkannya. “Intinya, partai Islam harus bangkit bersama dan memberi pilihan lain dalam aspirasi pencalonan presiden, yang lahir dari komitmen serta atas dasar kebutuhannya untuk bangsa pada Pilpres yang akan datang,” ungkap Irgan. by icm

Kamis, 20 Maret 2014

Irgan Chairul Mahfiz : Litsus Caleg 2014

Drs. H. Irgan Chairul Mahfiz, M.Si 

  • Anggota FPPP DPR 2009-2014 dan 1998-1999K
  • Ketua DPP PPP
  • Alumnus S2 Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya Jakarta (2011)
  • Ketua OKK PP Parmusi
  • Pernah diperiksa KPKsebagai saksi kasus Wa Ode Nurhayati/DPID
  • Ketua pansus RUU Pengawasan Sediaan Farmasi, menganggap RUU Pengawasan Sediaan Farmasi perlu mengutamakan sistem pengawasan agar bisa mencegah peredaran obat ilegal
  • Ingin membentuk Panja Perlindungan TKI DPR karena menganggap pemerintah tak serius menangani TKI
  • Berpendapat semua partai yang lolos ikut pemilu seharusnya boleh mengajukan calon presiden sendiri
  • Mendukung diperbolehkannya calon presiden independen
  • Berpendapat pasien miskin harus diprioritaskan oleh rumah sakit
  • Meminta pemerintah menindak tegas pengusaha yang mengabaikan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR)


by icm

Irgan Chairul Mahfiz : Partai Islam Perlu Bangun Kekuatan

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Irgan Chairul Mahfiz

menyatakan partai-partai berbasis Islam perlu membangun poros kekuatan.
Irgan Chairul Mahfiz

“Setelah Pemilu Legislatif, potensi pertarungan dalam ajang Pemilu Presiden 9 Juli lebih berwarna dan tidak hanya ditentukan oleh adanya dua kutub kuat,” ujar Irgan yang juga Ketua Bidang Organisasi dan Penguatan Ideologi Dewan Pimpinan Pusat PPP, Jakarta, Kamis (20/3/2014).

Menurut Irgan, partai Islam perlu semangat bersatu. Siapa-siapa tokoh yang paling bagus dan menonjol, perlu diangkat. Apalagi saat ini banyak tokoh-tokoh dari partai berbasis Islam.

“Siapa tokohnya, dapat dibahas terbuka serta tidak mengutamakan ego politik masing-masing,” kata Irgan.

Ia menyebutkan bahwa calon presiden dari PDI Perjuangan Jokowi dan calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan dua sosok yang memiliki kekuatan pendukung masing-masing.

Dengan begitu, perlu diimbangi bersama oleh poros partai-partai Islam meskipun semua calon yang muncul saat ini masih bergantung pada pencapaian perolehan suara dan kursi partainya pada Pemilu Legislatif 9 April 2014.

Kekuatan partai Islam tidak bisa dianggap remeh. Dari 12 partai politik tingkat nasional yang menjadi peserta Pemilu 2014, ada lima partai politik berbasis utama umat Islam yakni PPP, PKB, PKS, PAN, dan PBB.

Dengan membangun poros baru itu, katanya, keberadaan partai Islam akan diperhitungkan.

Partai Islam juga, katanya, akan memberi dinamika baru terhadap keperluan pergantian kepemimpinan nasional sehingga lebih bervariasi. Sekaligus diharapkan dapat lebih menjual dalam kaitan kredibilitas tokoh yang disiapkannya.

“Intinya, partai Islam harus bangkit bersama dan memberi pilihan lain dalam aspirasi pencalonan presiden yang lahir dari komitmen serta atas dasar kebutuhannya untuk bangsa,” kata Irgan. [gus] by icm